SEBUAH KEPRIHATINAN

Sebagai seorang ibu, seorang tenaga pendidik di Taman Kanak-kanak (TK) dan TPA , ketika saya mengikuti upacara hari kemerdekaan 17 Agustus yang lalu, sebuah sembilu terasa menyayat batin saya tanpa ampun. Waktu itu, melihat anak-anak SD dalam tampil group drum band, mereka menyajikan display “Putri Panggung”,
sebuah lagu dangdut seronok yang kini sedang mewabah di masyarakat Indonesia. Yang membuat saya kalut dan pedih adalah bahwa sebagian besar dari mereka adalah anak didik saya di TPA. Tak pernah kebayang di pikiran saya ada apa ini …. ? , mengapa ini semua terjadi … ?. sayapun terkenang saat saya masih duduk di bangku SD ( Saya juga sekolah di SD negeri ), seingat saya kegiatan dan acara di sekolah adalah sesuatu yang dikaitkan dengan akhlaq, perilaku yang baik dan sopan santun.
Tapi sebuah kengerian kini nyata dihadapan saya. Anak-anak yang setiap saat saya dambakan menjadi anak-anak yang berakhlaq mulia serta memiliki budi pekerti yang tinggi. Anak-anak yang “pada mereka” demikian besar pengharapan kami (para pendidik), agar kelak bisa meneruskan perjuangan umat Islam. Untuk menegakkan kebenaran agama ini serta meneruskan perjuanga da’wah, meyebar luaskan cahaya Islam ke seluruh penjuru negeri, juga amar ma’ruf nahi munkar sebagai budaya umat Islam yang semestinya memasayarakat dan dilaksanakan oleh hamba Allah di seluruh permukaan bumi ini.
Tapi mereka telah di ajari hal-hal yang tidak pantas, tidak sopan dan tidak baik, apabila hal tersebut mereka dapatkan dari tempat yang memiliki nama besar “pendidikan”. Ya Allah mudah-mudahan ini hanylah sebuah kekhilafan yang akan segera di sadari. Namun kecemasan di hati saya kian bertambah parah saat di SD yang berbeda juga telah disosialisasikan “goyang Inul” sebagai bagian dari pendidikan Jasmani. Astaghfirullah, saya hanya bisa menahan gemeretak gigi gerigi saya karena amarah, dan terlebih lagi cinta saya pada anak-anak itu teramat besar, sehingga saya benar-benar tidak rela mendengar dan melihat sesuatu yang tidak baik terjadi pada mereka.
Semua duka menjadi lengkap , ketika saya saksikan acara-acara televisi yang “banyak” dikonsumsi anak-anak. Acara TV kebanyakan di dominasi oleh acara kriminal, misteri, film anak-anak yang “dewasa” , juga iklan yang kerap mengajari hal-hal tidak benar. Acara-acara kriminal disajikan dalam tayangan yang jauh dari etika dan kesopanan dikhawatirkan justru akan meberi pengaruh negatif pada yang menontonnya apalagi anak-anak. Acara-acara misteri , seperti percaya nggak percaya, dunia lain, alam ghoib dan sebagainya, juga sinetron yang berbau misteri semuanya benar-benar jauh dari apa yang disebut mendidik selain justru menimbulkan rasa takut yang tak beralasan dan membawa masyarakat pada penyakit tahayul dan kemusyrikan. Ini semua akan menambah dosa serta hilangnya keimanan dan masyarakat kita akan semakin jauh dari Tuhannya.
Acara-acara film anak ataupun kartun, tidak sedikit berbumbu “kedewasaan” semisal tokoh anak perempuan jatuh hati dengan anak laki-laki, juga iklan yang jauh dari mendidik seperti digambarkan seorang anak perempuan yang mengintip kakaknya pacaran atau juga iklan minuman yang menyebutkan “jika jeruk dan susu jadian “, kata “jadian” menimbulkan tanda tanya pada anak-anak , apa itu jadian …. ?. Sebuah kata penuh makna bagi perempuan dan laki-laki yang “resmi” berpacaran.
Kesemuanya ini membuat kita prihatin dan mengelus dada, akan dibawa kemanakah generasi ini .. ? Pantaskah hal-hal yang buruk dan merusak ini kita biarkan ?, benarkah kita hanya bisa terpaku menatap kehancuran tanpa bisa berbuat apapun ?. Dan relakah apabila keadaan kita seperti gambaran orang-orang yang ingkar … dan tinggal menunggu kedatangan murka Allah ? Sebuah gambaran yang jelas ada pada firman-Nya QS. An Nahl 112 :
وَضرب الله مثلا قرية كانت امنة مطمئنة يأتيها رزقها رغدا من كل مكان فكفرت بانعم الله فاذاقها الله لباس الْجوع والْخوف بِما كانوا يصنعون ( النحل : 112)
“.Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tenteram, rezkinya datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduk)nya mengingkari nikmat-nikmat Allah, karena itu Allah merasakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketajutan, disebabkan apa yang selalu mereka perbuat”
Sebuah kalimat yang harus digarisbawahi adalah bahwa penduduk di negeri itu mengingkari nikmat Allah, siapa penduduk itu ? mereka adalah orang-orang yang tinggal di negeri itu baik orang yang di bawah masyarakat kecil, ataupun para pemimpinnya. Dari inilah yang sesungguhnya telah terjadi di negeri kita .. tanpa harus kita panjang lebarkan , kita semua mengerti kerusakan telah terjadi dimana-mana dan disetiap sisi kehidupan.
Dalam sebuah firman-Nya Allah menerangkan : “Dan jika kami hendak membinasakan suatu negeri maka Kami perintahkan pada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah ) tetapi mereka melakukan kedurhakaan, maka sudah sepantasnya berlaku terhadap perkataan (ketentuan Kami) kemudian kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya” ( QS. Al Isra’ 16 ).
Ayat di atas menggambarkan sikap durhaka terhadap Allah yang dilakukan oleh para pemimpin negara dan orang-orang yang mempunyai kekayaan. Dengan kekayaan dan kelebihan yang hanya Allah berikan kepada mereka, bukannya mereka memanfaatkan untuk menyantuni orang-orang yang lemah dan kekurangan, melaksanakan dakwah, ataupun menegakkan dienul Islam, tetapi sebaliknya mereka gunakan untuk memuaskan kesenangan hawa nafsu dan kepentingan mereka sendiri. Bahkan tidak segan-segan harta yang mereka miliki, mereka gunakan untuk mempertahankan kedudukan dan kekuasaan . Maka jika kita semua tidak sadar dan kembali kepada kebenaran Al Qur’an dan taubat kepada Allah, bisa jadi ketentuan Allah akan berlaku “ menghancurkan negeri itu sehancur-hancurnya”. Na’udzubillah … semoga kita semua dijauhkan dari yang demikian.
Hanya dengan ketakwaan kepada-Nya , bersatu dan hidup dalam ukhuwah Islam, serta saling mengingatkan untuk kembali kepada kebenaran, kita dan bangsa ini bisa keluar dari keterpurukan dan seribu satu persoalannya. Karena hanya untuk orang-orang yang beriman dan bertaqwa saja Allah berkenan memberikan anugerah dan karunia-Nya sebagai firman-Nya :
“ Dan Allah berjanji kepada orang-orang yang beriman diantara kamu dan mengerjakan amal yang sholeh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa . Dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang diridloi-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu maka mereka itulah orang-orang yang fasik”.
Keinginan,niat, serta azam untuk kembali pada Al Qur’an sendiri, kemudian anak-anak dan keluarga. Sesudah itu orang-orang yang dekat dan kita kenal, baik saudara/sahabat. Hendaknya kita saling mengajak dan saling mengingatkan untuk berbuat kebajikan dan taqwa. Dan bagi sebagian besar kita yang sudah mengaji Qur’an. Mengerti hukum dan tuntunan, marilah kita rapatkan barisan meningkatkan amaliah dan melaksanakan perilaku Islami dalam semua sikap dan kehidupan sehari-hari. Sehingga dengan itu orang-orang akan mengerti bagaimana Islam yang sesungguhnya melalui sikap dan perilaku pengikut dan penganutnya.
Satu hal yang teramat penting bahwa kita hidup di jaman yang penuh kerusakan maka senantiasa hati-hati dan waspada adalah sikap yang harus selalu ada pada diri kita. Kemudian banyak berdoa dan berserah diri kepada Allah. Kehati-hatian dan kewaspadaan kita terwujud dalam sikap tenang menghadapi apa yang terjadi di sekitar kita. Tenang bukan berarti masa bodoh dan tak perduli. Ketenangan yang seharusnya adalah “tenang” yang dipenuhi perhitungan dan keimanan akan perlindungan dan pertolongan Allah. Sehingga kekacauan, keporak-porandaan yang terjadi di luar tidak pernah mempengaruhi keteguhan hati kita dalam melaksanakan kebenaran Al Qur’an.
Setelah kita sendiri mampu memenej apa yang dibenak kita, sesuatu yang harus kita perhatikan secara serius adalah anak-anak kita, karena pada merekalah ada tanggung jawab yang sangat besar. Sudahkah sebagai orang tua kita bisa memberikan pendidikan yang terbaik, kemudian menjaga yang terbaik itu dari ribuan pengaruh buruk yang mengelilinginya. Sudahkah kita sekeluarga melakukan diet TV, memilih menu tayangan yang bagus dan tidak menjadikan TV sebagai tontonan sepanjang hari. Dan bagaimana pula usaha kita untuk mengantisipasi berbagai keburukan yang didapati anak-anak saat di luar rumah dan ketika jauh dari pengawasan kita … ?. Hanya kepada Allah kita bertawakal … setelah usaha yang telah kita lakukan. Karena jika terjadi sesuatu hal ….. atau kita gagal mendidik dan menanamkan kebenaran pada anak-anak kita , siapakah yang akan kita persalahkan ?, karena Allah telah berfirman QS. An Nisa’ 79 :
ما اصابك من حسنة فمن الله وما اصابك من سيئة فمن نفسك وارسلنك للناس رسولا وكفى بالله شهيدا (النسأ 79)
“Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu, maka dari (kesalahan) dirimu sendiri. Kami mengutusmu menjadi rasul kepada segenap manusia. Dan cukuplah Allah menjadi saksi”
Kita sebagai hamba Allah yang lemah , kita menyadari segala ketakmampuan dan ketakberdayaan kita. Namun satu hal yang harus kita syukuri, sebagai nikmat-Nya yang sangat besar bahwa Allah telah menunjukkan kita kepada Al Qur’an sebagai petunjuk dan cahaya yang terang benderang. Karena seperti apapun kegelapan kemaksyiatan, Al Qur’an telah dikehendaki Allah sebagai satu-satunya cahaya/petunjuk hingga akhir jaman nanti. Segala perasaan pedih dan keprihatinan ini tidak cukup kita rasakan hingga menghampakan hati tapi ia mengharuskan sebuah keteguhan sikap sebagai perwujudan kesabaran, keikhlasan dan kesungguhan.
DWI HANDAYANI

Satu Tanggapan

  1. terus berjuang , tetap semangat
    Insya Allah akan memudahkan jalannya
    yang penting berusaha dan berdoa
    dan memulai dari diri sendiri dan lingkungan terdekat
    itu saja

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: